Waralaba Tiara Laundry

Waralaba Tiara Laundry

Usaha laundry memang bukan usaha baru. Sejak era 1990-an, usaha ini semakin ramai. Pengguna jasa ini bukan lagi terbatas kalangan atas, melainkan juga menengah ke bawah. Pasar bisnis ini memang kian membesar.

Keluarga muda yang super sibuk, mahasiswa, juga pekerja lajang cenderung emoh repot dan tidakingin capek dalam urusan cuci–setrika pakaian. Keberadaan jasa pencucian pakaian alias laundry sangat mereka rasakan manfaatnya. Apalagi, ada tawaran laundry kiloan yang harganya jauh lebih murah.

Pengamat pemasaran dari Prasetiya Mulya Business School Istijanto Oei mengatakan, bukan hanya alasan air langka atau mahal, melainkan juga lantaran orang yang tidak mau repotlah yang menyebabkan usaha laundry terus subur. Banyak orang, seperti para karyawan atau mahasiswa, memiliki mobilitas dan kesibukan yang tinggi.

Kemunculan laundry kiloan pun menjadi faktor pendorong pasar semakin besar. Ini menyebabkan laundry bisa menyasar ke kalangan yang lebih bawah. Sebelum era jasa cuci murah meriah ini, jasa laundry dipersepsikan mahal karena dihitung per potong.

Prospek usaha laundry masih bagus kendati pabrikan mesin cuci terus meluncurkan produk yang semakin canggih. Tren apartemen dengan luas unit yang kecil menyebabkan banyak penghuni tidak memiliki mesin cuci. Jadi, jasa laundry tetap jadi pilihan.

Usaha laundry masih potensial dikembangkan. Mobilitas orang semakin tinggi, tidak mau direpotkan dengan mencuci. Meski ada pembantu, mereka tidak sepenuhnya menyerahkan tugas mencuci karena untuk pakaian tertentu takut rusak, lebih prefer ke laundry. Logikanya, jika tidak ada permintaan, tentu tidak akan banyak pemain baru.

Pengusaha laundry di Jakarta, Heri Ariyadi, sepakat. Karena ada permintaan itulah Tiara laundry mulai menawarkan kemitraan. Usaha ini masih menguntungkan, satu gerai Tiara Laundry dalam sebulan masih bisa mencetak omzet Rp 30 juta sedangkan workshop-nya bisa meraih omzet Rp 70 juta. Keuntungan yang dia peroleh bisa mencapai 30%–45% dari omzet. Jika tertarik membuka jasa laundry, ada beberapa tawaran kemitraan yang bisa ditimbang.

Menyadari peta persaingan usaha laundry kian ketat, Tiara Laundry menggagas laundry sehat untuk menarik konsumen. Tiara Laundry mengklaim, salah satu kelebihannya adalah memakai proses neutralize yang mampu menetralkan sisa-sisa kimia pada kain, mencegah warna kusam, dan iritasi kulit. Ini baik untuk konsumen yang kulitnya sensitif.

Tiara Laundry juga menggunakan proses antiseptik dan menawarkan brightening white atau proses pemutihan pakaian yang kusam dalam sekali cuci. Ada juga tawaran baby care atau proses pencucian khusus untuk baju bayi, mengingat pakaian bayi butuh perlakuan khusus supaya steril dan rendah iritasi.

Dengan kelebihan yang dimiliki, Tiara mengaku menerima banyak pelanggan. Meskipun menggunakan konsep kiloan, Tiara Laundry tetap memberikan kualitas cucian yang melalui proses sehat. Selama ini, orang mempersepsikan laundry kiloan, hanya laundry yang dicuci kiloan.

Saat ini segmen Tiara Laundry hanya menengah ke atas. Karena itu pula hampir seluruh gerai Tiara Laundry ada di sekitar apartemen. Kalangan ini lebih peduli dengan kesehatan dan tidak mau repot. Soal harga, Tiara Laundry mematok Rp 8.000–Rp 12.000 per kilogram (kg) pakaian.

Tiara Laundry menawarkan dua pilihan waralaba, yakni paket gerai dan workshop. gerai hanya menjadi agen menerima cucian. Adapun workshop termasuk pula proses pencucian. Untuk paket gerai, Tiara mematok investasi sebesar Rp 25 juta. Sementara, untuk paket workshop, investasi yang dia tetapkan Rp 70 juta, Rp 115 juta, Rp 125 juta, dan Rp 150 juta. Semua kebutuhan disediakan. Investasi itu sudah termasuk peralatan, perlengkapan gerai, karyawan, plus renovasi. Mitra hanya menyiapkan lokasi yang strategis.

Perbedaan tawarannya ketimbang tawaran kemitraan lain adalah Tiara Laundry tidak melepaskan mitranya begitu saja. Promosi, operasional, dan order akan kami bantu selalu. Karena itu pula, saat ini masih fokus di Jakarta. Sebab manajemen masih dari pusat.

Tiara Laundry mendapatkan penghasilan dari management fee dari mitranya, sehingga tak mau gegabah jorjoran menggenjot penambahan gerai waralaba. Dengan sistem tersebut, mitra terbantu dalam mencari konsumen. Sebagai “ongkos”, mitra tetap menyisihkan 6% dari total omzet per bulan untuk membayar management fee. 

Selain membayar management fee, mitra workshop harus membayar karyawan Rp 1 juta– Rp 2 juta per orang, tagihan listrik dan air sekitar Rp 6 juta, serta sewa tempat Rp 40 juta per tahun. Tentu saja biaya transportasi, detergen, pewangi juga harus diperhitungkan, kurang lebih Rp 3 juta per bulan.

Karena Tiara Laundry membidik segmen menengah atas, lokasi usaha yang disarankan di sekitar apartemen. Konsekuensinya, ongkos sewa relatif mahal. Sudah begitu mitra workshop untuk konsep workshop, yaitu 80 meter persegi (m²).

Contoh Outlet

Info Lengkap Hubungi

 

Source Waralaba Tiara Laundry Tiara Laundry
Comments
Loading...